Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Bakar Biomass

Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Bakar Biomass

Pemanfaatan limbah kopi untuk bahan bakar ini, merupakan salah satu upaya untuk mencegah sumber energi yang ada di indonesia. pasalnya bahan bakar minyak di dunia semakin berkurang dan pada suatu saat tak menutup kemungkinan akan habis.

Oleh karena itu langkah pemanfaatan bahan bakar biomass dari bahan limbah kopi merupakan salah satu upaya menggantikan bahan bakar minyak di dunia.

Di suatu industri kopi, pasti banyak di hasilkan limbahnya yang jika tidak di manfaatkan akan sangat sia – sia sekali karena dengan begitu banyaknya limbah yang terbuang maka banyak juga uang yang harus terbuang juga.

Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Bakar Biomass

Di beberapa industri, ada banyak limbah kopi yang dapat di buat di olah menjadi bahan bakar biomass sekitar 13, 6 ton per harinya. Jumlah yang lumayan besar jika dalam kelas limbah.

Dapat anda ketahui bahwa kopi merupakan salah satu hasil pertanian yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Dan konsumsi kopi di dunia mencapai 70% kopi dari jenis varietas arabika.

Limbah kopi di olah menjadi bricket biomass, yaitu bentuk bahan bakar padat berdimensi sama dan seragam. Di buat dari hasil pengempaan bahan bakar curah. Ada beberapa keuntungan menggunakan bricket, Antara lain :

  1. Biaya ekonomis yang relatif redah.
  2. Tungku yang digunakan dapat menampung berbagai jenis bricket.
  3. Bahan bakar bricket dianggap paling ramah lingkungan sekitar.
  4. Bahan bakar bentuk bricket merupakan salah satu penemuan energi terbarukan.
  5. Mencegah penumpukan dan pencemaran limbah yang berbahaya.
  6. Dalam pembuatan bahan bakar dari limbah kopi di butuhkan perekat untuk menggabungkan antar bagian – bagian kecil yang digunakan. Karena ukuran dan dimensi yang tidak sama membuat limbah kopi ini sulit untuk perekat.

            Ada beberapa kriteria bahan yang cocok untuk di jadikan bahan bakar misalnya kopi adalah :      

  1. Nilai kalor yang terakandung cukup tinggi
  2. Bahan limbah selalu ready dan kontinyu
  3. Mudah jika dilakukan pembakaran
  4. Nyaman dan tidak kesulitan dalam menggunakannya

Setelah bahan bricket dari limbah kopi jadi, maka akan dilakukan pengujian pembakaran adapun langkah pengujian disebutkan sebagai berikut :

  • Bahan bricket di masukkan ke dalam tungku dengan jumlah kurang lebih 80 gram
  • Kondisikan posisi bricket dalam tungku rata, agar udara yang masuk juga rata dan teratur
  • Air di timbang sebanyak 1050 gram (1 liter) dalam panci pengujian.
  • Menuangkan air ke atas bricket dengan meletakkan ranting
  • Nyalakan api dan tunggu hingga api menyebar keseluruh bricket yang sudah disediakan.
  • Nyalakan blower dengan settingan yang benar
  • Lakuakn pencatatan temperatur e aal pada saat peletakan di atas tungku
  • Kemudian letakkan panci ditungku, dengan menaruh termoter pada lubang pengecekan
  • Ukur temperatur setiap 30 detik sekali
  • Dan wajib juga mengukur suhu pada bagian panci dan radiasi panas dari api pembakar
  • Silahkan catat dan simpan data setiap 30 detik sekali yang sudah anda amati.
  • Setelah suhu mencapai 97 derajat celcius silahkan membuka penutup panci anda
  • Setelah suhu mencapai 80 derajat celcius silahkan mematikan blower, lalu angkat panci tadi dan biarkan suhu menurun hingga kondisi dingin.

Setelah hasil pengujian selesai maka anda siap melakukan evaluasi pengujian bahan bakar, untuk di lakukan pengembangan lebih lanjut.

Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Bahan Bakar Biomass